Kamis, 29 Oktober 2009
Kesepian
AYAT ALKITAB
Matius 11:28-30
Ibrani 13:5,6
Matius 28:20
Mazmur 40:1-4
1Korintus 1:9
Amsal 3:5,6
LATAR BELAKANG
Kesepian adalah kesadaran pedih bahwa seseorang kurang memiliki hubungan yang dekat dan berarti dengan orang lain. Kekurangan tadi menimbulkan kekosongan, kesedihan, pengasingan diri bahkan keputusasaan. Perasaan ditolak dan citra diri yang rendah mengembang karena kita tidak dapat bergaul, atau kita merasa tersisih dan tidak disukai, betapapun kerasnya kita berusaha untuk dimiliki.
Keadaan masyarakat di mana kita hidup telah menambah masalah kesepian. Beberapa orang akan merasa sulit sekali mengembangkan identitas dan hubungan yang berarti di tengah rimba birokrasi, spesialisasi, pengorganisasian, dan kompetisi. Masyarakat yang terus bergerak dan berubah, cenderung membuat orang merasa tak berakar dan terpecah diri.
Kesepian dapat melukai diri. Beberapa orang merasa sulit berkomunikasi dengan sesamanya atau kurang keyakinan karena mereka memiliki citra diri yang buruk. Ada pula yang menginginkan kebersamaan, tetapi keinginan untuk memiliki kepentingan dan pengaturan diri sendiri, menghalanginya mengembangkan hubungan- hubungan yang bermakna. Ketakutan untuk membuka keberadaan batinnya telah membuat semacam kelumpuhan sosial.
-----------------------------Kutipan--------------------------------
Menurut Billy Graham:
"Manusia yang terpisah dari Allah akan merasa hidupnya sepi arti dan mengalami kesunyian yang mencekam. Cukup banyak orang memikul beban duka, kuatir, pedih, dan kecewa; tetapi kesepian terdalam dialami orang yang tenggelam dalam dosa."
--------------------------Kutipan Selesai---------------------------
Salah satu akibat kejatuhan ialah manusia menjadi terasing dari Allah. Keterasingan itu membuat Adam dan Hawa bersembunyi dari Allah dan berusaha menutup diri. Mungkin tiga keadaan ini membantu kita mengerti keadaan orang yang kesepian. Keadaan rohani kita dapat diungkapkan sebagai berikut. "Manusia dicipta dengan suatu tempat khusus untuk Allah di hatinya, yang hanya mampu diisi oleh Allah."
Hanya jika kita mendapatkan Kristus, kita akan mampu mengatasi kesempitan diri kita dan mengembangkan perspektif hidup yang akan mengurangi pedihnya kesepian. Pemazmur bersukacita atas perbuatan Allah dalam hidupnya, "Ia menyegarkan jiwaku." (Mazmur 23:2). Penyegaran ini menyingkirkan sebab-sebab keterasingan kita. "Kamu ... dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya." (Kolose 1:21,22). Juga akibat lainnya ialah, hidup kita didiami Roh Kudus. "Atau tidak tahukah kamu bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, -- dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?" (1Korintus 6:19). Jadi, kita menjadi utuh di dalam Dia. "Dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia, Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa." (Kolose 2:10)
STRATEGI BIMBINGAN
Kita akan menyoroti masalah kesepian baik dari sudut pandang rohani maupun praktis, baik untuk yang bukan Kristen ataupun yang beriman. Kita akan mementingkan baik persekutuan dengan Allah maupun dengan sesama manusia kita
Untuk yang Bukan Kristen
1.
Kuatkan hatinya. Dengan membagikan masalahnya, dia mengakui kebutuhannya. Sikap ini penting dalam usaha memecahkan masalah kehidupan. Yakinkan bahwa langkah pertamanya ini bisa diikuti oleh langkah-langkah berikutnya yang akan memecahkan masalahnya.
2.
Berusahalah menetapkan penyebab kesepiannya. Jika tidak banyak informasi yang ia utarakan, tanyakan tentang dirinya: di mana dia tinggal, siapa tetangganya, di mana dia bekerja, dan apakah dia menyukai pekerjaannya. Tanyakan juga hobinya, sahabat-sahabat dan gerejanya.
3.
Tanyakan apakah dia sudah menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamatnya. Jelaskan dengan "Damai dengan Allah", [Damai dengan Allah; -- traktat untuk menolong/menuntun orang non- Kristen agar dapat menerima Kristus (dari LPMI/PPA); atau Buku Pegangan Pelayanan, halaman 5; CD-SABDA 2.0: Topik 17750]. Rencana Allah pertama untuk hidupnya ialah menerima Kristus. Dia perlu tahu bahwa masalah kesepiannya pun akan diurus kelak. Dia akan berdamai dengan Allah (Roma 5:1) dan Kristus akan menjadi sahabat tetapnya. "Ada juga sahabat yang lebih karib daripada seorang saudara."
4.
Bimbing dia untuk mengusahakan pertumbuhan rohani dengan membaca dan mempelajari Firman Allah dan berdoa. Anjurkan dia untuk memulai dengan "Hidup dalam Kristus" [Hidup dalam Kristus; -- traktat yang berisi pelajaran-pelajaran dasar tentang kehidupan Kristen CD-SABDA 2.0: Topik 17453]. Kebiasaan berdoa tiap hari akan mengobati perasaan sepinya karena dengan berdoa dia dapat bertemu Allah, "sebagai penolong dalam kesesakan yang sangat terbukti." (Mazmur 45:2).
5.
Anjurkan dia untuk mencari hubungan dengan suatu gereja yang mementingkan Alkitab agar dia bisa menerima persekutuan yang hangat, ibadah, dan pelayanan. Nasihatkan dia untuk tidak mengharapkan terlalu banyak dalam waktu yang terlampau cepat. Hubungan yang berarti tidak terjadi dalam sekejap mata. Hubungan harus dipupuk, dan ini perlu waktu. Semakin banyak dia memberi diri dalam keterlibatannya di gereja, semakin banyak yang akan ia terima dari orang lain. Orang yang ingin memiliki banyak sahabat, harus menunjukkan sikap bersahabat. Jelaskan padanya bahwa gereja yang baik memikirkan pengadaan sarana persekutuan dan persahabatan sesuai kebutuhan anggotanya.
6.
Nasihatkan dia untuk mempererat hubungan kekeluargaannya yang mungkin sudah berjalan tidak semestinya. Komunikasi dengan anggota keluarga lainnya akan banyak mempengaruhi pembentukan sikap saling menghargai dan memperhatikan. Kini, sesudah dia kenal Kristus, dia harus berusaha membawa anggota-anggota keluarganya kepada Sang Juruselamat.
7.
Berdoalah bersamanya bagi pertumbuhan kerohaniannya dan perkembangan hubungan yang berarti dengan sahabat-sahabat yang Kristen dan bukan Kristen.
Untuk yang Kristen
1.
Bimbing dia agar mengembangkan saat teduh tiap hari. Adanya kepekaan bahwa Allah tidak pernah meninggalkan dan mengecewakannya akan membantu mengikis perasaan kesepiannya.
-----------------------------Kutipan--------------------------------
Menurut Billy Graham:
"Ada sedikit rahasia yang sudah kutemukan tentang cara mengalahkan kesepian. Pertama, aku tidak pernah merasa kesepian ketika aku berdoa sebab doa mempersekutukanku dengan sahabat yang melebihi sahabat biasa - Yesus Kristus. Dia berkata, "Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, ... tetapi ... sahabat." (Yohanes 15:15). Aku pun tak pernah kesepian bila membaca Alkitab. Tiap hari kubaca pasal- pasalnya. Tak ada apa pun lainnya yang meluluhkan kesepian seperti waktu khusus merenungkan Firman Allah."
--------------------------Kutipan Selesai---------------------------
Dengan bertumbuh dalam hubungan ibadah kita dengan Tuhan, kita akan mulai mengalami perubahan. Tumbuhnya sikap-sikap mengasihi dan memperhatikan akan menjadi dasar bagi kontak-kontak kita dengan orang lain dan makin dalamnya persahabatan-persahabatan kita.
2.
Anjurkan dia untuk mengambil pelayanan yang berarti di dalam suatu gereja yang mementingkan Firman Tuhan. Memusatkan perhatian pada kebutuhan-kebutuhan orang lain akan menempatkan masalah- masalah kita dalam sudut pandang yang benar dan memperingan masalah kita sendiri. Pelayanan membantu kita memupuk persahabatan dengan sesama pelayan Kristen dan cenderung memperkuat citra diri kita di dalam kebersamaan itu.
-----------------------------Kutipan--------------------------------
Menurut Billy Graham:
"Aku tidak pernah merasa kesepian ketika aku menyaksikan Kristus bersama pada orang lain. Ada suatu kesukaan besar ketika menceritakan Kristus pada orang lain. Semua kita dapat melakukan hal ini."
--------------------------Kutipan Selesai---------------------------
3.
Nasihatkan dia untuk mempererat ikatan-ikatan dalam keluarga. Orang yang kesepian biasanya memiliki hubungan kekeluargaan yang kendur. Berusaha terus-menerus untuk berkomunikasi dalam keluarga kita sendiri: belajar untuk saling membagi dan menerima, menghargai dan memperhatikan, menjadi bagian satu dari yang lain, akan mencegah kesunyian. Perbaikan hubungan dalam keluarga selalu membawa perbaikan dalam hal-hal lainnya.
4.
Dorong dia untuk meminta bimbingan dari pendetanya. Seorang pendeta dapat membantu anggotanya untuk mengembangkan hubungan dan menunjukkan bidang-bidang pelayanan yang tepat.
Matius 11:28-30
Ibrani 13:5,6
Matius 28:20
Mazmur 40:1-4
1Korintus 1:9
Amsal 3:5,6
LATAR BELAKANG
Kesepian adalah kesadaran pedih bahwa seseorang kurang memiliki hubungan yang dekat dan berarti dengan orang lain. Kekurangan tadi menimbulkan kekosongan, kesedihan, pengasingan diri bahkan keputusasaan. Perasaan ditolak dan citra diri yang rendah mengembang karena kita tidak dapat bergaul, atau kita merasa tersisih dan tidak disukai, betapapun kerasnya kita berusaha untuk dimiliki.
Keadaan masyarakat di mana kita hidup telah menambah masalah kesepian. Beberapa orang akan merasa sulit sekali mengembangkan identitas dan hubungan yang berarti di tengah rimba birokrasi, spesialisasi, pengorganisasian, dan kompetisi. Masyarakat yang terus bergerak dan berubah, cenderung membuat orang merasa tak berakar dan terpecah diri.
Kesepian dapat melukai diri. Beberapa orang merasa sulit berkomunikasi dengan sesamanya atau kurang keyakinan karena mereka memiliki citra diri yang buruk. Ada pula yang menginginkan kebersamaan, tetapi keinginan untuk memiliki kepentingan dan pengaturan diri sendiri, menghalanginya mengembangkan hubungan- hubungan yang bermakna. Ketakutan untuk membuka keberadaan batinnya telah membuat semacam kelumpuhan sosial.
-----------------------------Kutipan--------------------------------
Menurut Billy Graham:
"Manusia yang terpisah dari Allah akan merasa hidupnya sepi arti dan mengalami kesunyian yang mencekam. Cukup banyak orang memikul beban duka, kuatir, pedih, dan kecewa; tetapi kesepian terdalam dialami orang yang tenggelam dalam dosa."
--------------------------Kutipan Selesai---------------------------
Salah satu akibat kejatuhan ialah manusia menjadi terasing dari Allah. Keterasingan itu membuat Adam dan Hawa bersembunyi dari Allah dan berusaha menutup diri. Mungkin tiga keadaan ini membantu kita mengerti keadaan orang yang kesepian. Keadaan rohani kita dapat diungkapkan sebagai berikut. "Manusia dicipta dengan suatu tempat khusus untuk Allah di hatinya, yang hanya mampu diisi oleh Allah."
Hanya jika kita mendapatkan Kristus, kita akan mampu mengatasi kesempitan diri kita dan mengembangkan perspektif hidup yang akan mengurangi pedihnya kesepian. Pemazmur bersukacita atas perbuatan Allah dalam hidupnya, "Ia menyegarkan jiwaku." (Mazmur 23:2). Penyegaran ini menyingkirkan sebab-sebab keterasingan kita. "Kamu ... dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya." (Kolose 1:21,22). Juga akibat lainnya ialah, hidup kita didiami Roh Kudus. "Atau tidak tahukah kamu bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, -- dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?" (1Korintus 6:19). Jadi, kita menjadi utuh di dalam Dia. "Dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia, Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa." (Kolose 2:10)
STRATEGI BIMBINGAN
Kita akan menyoroti masalah kesepian baik dari sudut pandang rohani maupun praktis, baik untuk yang bukan Kristen ataupun yang beriman. Kita akan mementingkan baik persekutuan dengan Allah maupun dengan sesama manusia kita
Untuk yang Bukan Kristen
1.
Kuatkan hatinya. Dengan membagikan masalahnya, dia mengakui kebutuhannya. Sikap ini penting dalam usaha memecahkan masalah kehidupan. Yakinkan bahwa langkah pertamanya ini bisa diikuti oleh langkah-langkah berikutnya yang akan memecahkan masalahnya.
2.
Berusahalah menetapkan penyebab kesepiannya. Jika tidak banyak informasi yang ia utarakan, tanyakan tentang dirinya: di mana dia tinggal, siapa tetangganya, di mana dia bekerja, dan apakah dia menyukai pekerjaannya. Tanyakan juga hobinya, sahabat-sahabat dan gerejanya.
3.
Tanyakan apakah dia sudah menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamatnya. Jelaskan dengan "Damai dengan Allah", [Damai dengan Allah; -- traktat untuk menolong/menuntun orang non- Kristen agar dapat menerima Kristus (dari LPMI/PPA); atau Buku Pegangan Pelayanan, halaman 5; CD-SABDA 2.0: Topik 17750]. Rencana Allah pertama untuk hidupnya ialah menerima Kristus. Dia perlu tahu bahwa masalah kesepiannya pun akan diurus kelak. Dia akan berdamai dengan Allah (Roma 5:1) dan Kristus akan menjadi sahabat tetapnya. "Ada juga sahabat yang lebih karib daripada seorang saudara."
4.
Bimbing dia untuk mengusahakan pertumbuhan rohani dengan membaca dan mempelajari Firman Allah dan berdoa. Anjurkan dia untuk memulai dengan "Hidup dalam Kristus" [Hidup dalam Kristus; -- traktat yang berisi pelajaran-pelajaran dasar tentang kehidupan Kristen CD-SABDA 2.0: Topik 17453]. Kebiasaan berdoa tiap hari akan mengobati perasaan sepinya karena dengan berdoa dia dapat bertemu Allah, "sebagai penolong dalam kesesakan yang sangat terbukti." (Mazmur 45:2).
5.
Anjurkan dia untuk mencari hubungan dengan suatu gereja yang mementingkan Alkitab agar dia bisa menerima persekutuan yang hangat, ibadah, dan pelayanan. Nasihatkan dia untuk tidak mengharapkan terlalu banyak dalam waktu yang terlampau cepat. Hubungan yang berarti tidak terjadi dalam sekejap mata. Hubungan harus dipupuk, dan ini perlu waktu. Semakin banyak dia memberi diri dalam keterlibatannya di gereja, semakin banyak yang akan ia terima dari orang lain. Orang yang ingin memiliki banyak sahabat, harus menunjukkan sikap bersahabat. Jelaskan padanya bahwa gereja yang baik memikirkan pengadaan sarana persekutuan dan persahabatan sesuai kebutuhan anggotanya.
6.
Nasihatkan dia untuk mempererat hubungan kekeluargaannya yang mungkin sudah berjalan tidak semestinya. Komunikasi dengan anggota keluarga lainnya akan banyak mempengaruhi pembentukan sikap saling menghargai dan memperhatikan. Kini, sesudah dia kenal Kristus, dia harus berusaha membawa anggota-anggota keluarganya kepada Sang Juruselamat.
7.
Berdoalah bersamanya bagi pertumbuhan kerohaniannya dan perkembangan hubungan yang berarti dengan sahabat-sahabat yang Kristen dan bukan Kristen.
Untuk yang Kristen
1.
Bimbing dia agar mengembangkan saat teduh tiap hari. Adanya kepekaan bahwa Allah tidak pernah meninggalkan dan mengecewakannya akan membantu mengikis perasaan kesepiannya.
-----------------------------Kutipan--------------------------------
Menurut Billy Graham:
"Ada sedikit rahasia yang sudah kutemukan tentang cara mengalahkan kesepian. Pertama, aku tidak pernah merasa kesepian ketika aku berdoa sebab doa mempersekutukanku dengan sahabat yang melebihi sahabat biasa - Yesus Kristus. Dia berkata, "Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, ... tetapi ... sahabat." (Yohanes 15:15). Aku pun tak pernah kesepian bila membaca Alkitab. Tiap hari kubaca pasal- pasalnya. Tak ada apa pun lainnya yang meluluhkan kesepian seperti waktu khusus merenungkan Firman Allah."
--------------------------Kutipan Selesai---------------------------
Dengan bertumbuh dalam hubungan ibadah kita dengan Tuhan, kita akan mulai mengalami perubahan. Tumbuhnya sikap-sikap mengasihi dan memperhatikan akan menjadi dasar bagi kontak-kontak kita dengan orang lain dan makin dalamnya persahabatan-persahabatan kita.
2.
Anjurkan dia untuk mengambil pelayanan yang berarti di dalam suatu gereja yang mementingkan Firman Tuhan. Memusatkan perhatian pada kebutuhan-kebutuhan orang lain akan menempatkan masalah- masalah kita dalam sudut pandang yang benar dan memperingan masalah kita sendiri. Pelayanan membantu kita memupuk persahabatan dengan sesama pelayan Kristen dan cenderung memperkuat citra diri kita di dalam kebersamaan itu.
-----------------------------Kutipan--------------------------------
Menurut Billy Graham:
"Aku tidak pernah merasa kesepian ketika aku menyaksikan Kristus bersama pada orang lain. Ada suatu kesukaan besar ketika menceritakan Kristus pada orang lain. Semua kita dapat melakukan hal ini."
--------------------------Kutipan Selesai---------------------------
3.
Nasihatkan dia untuk mempererat ikatan-ikatan dalam keluarga. Orang yang kesepian biasanya memiliki hubungan kekeluargaan yang kendur. Berusaha terus-menerus untuk berkomunikasi dalam keluarga kita sendiri: belajar untuk saling membagi dan menerima, menghargai dan memperhatikan, menjadi bagian satu dari yang lain, akan mencegah kesunyian. Perbaikan hubungan dalam keluarga selalu membawa perbaikan dalam hal-hal lainnya.
4.
Dorong dia untuk meminta bimbingan dari pendetanya. Seorang pendeta dapat membantu anggotanya untuk mengembangkan hubungan dan menunjukkan bidang-bidang pelayanan yang tepat.
Pertentangan Antara Orangtua dan Remaja
AYAT ALKITAB:
Amsal 22:6
Ulangan 12:28
Kolose 3:21
Efesus 6:14
LATAR BELAKANG
Dalam zaman elektronik serba cepat ini, anak-anak tumbuh lebih cepat dan ingin bebas lebih awal dibandingkan yang dulu dialami oleh orang tua mereka. Banyak orangtua yang merasa sulit mengikuti perubahan- perubahan kilat yang dialami anak-anak mereka, dan sebagai akibatnya, terjadilah pertentangan.
Rasanya, tadinya si anak masih dalam pelukan orangtuanya, kemudian mulai sekolah, mengajak teman-temannya main di rumah, membantu urusan rumah tangga, masuk Pramuka -- pokoknya, anak yang manis! Kemudian, tiba-tiba, semuanya berubah! Dia mulai membantah, melawan dan melanggar peraturan, kadang-kadang merengut dan tidak komunikatif. Masa remaja sudah tiba, situasi tak lagi dapat dikendalikan oleh orangtua.
Ada banyak wilayah pertentangan; teman-teman mereka (banyak yang tak dapat kita setujui), cara berhias, kencan, tugas-tugas rumah, uang saku, penggunaan kendaraan, sekolah dan pekerjaan rumah, disiplin; adalah sebagian kecil saja dari tumpukan masalah yang timbul.
Muncullah rintangan komunikasi. Orangtua merasa sulit berbicara dengan anak-anak mereka. Mereka menunda penjelasan tentang perubahan- perubahan mental dan jasmani yang menentukan, terutama dalam wilayah seks dan reproduksi. Orangtua memperketat kontrol, remaja meningkatkan pula perlawanan mereka untuk mendapat kebebasan. Jurang melebar, mereka bersikap bermusuhan -- mulailah perang.
STRATEGI BIMBINGAN
Ketika membimbing orangtua yang mengalami konflik dengan anak-anak, anjurkan mereka untuk mengatur rumah tangga mereka secara rohani. Jelaskan uraian dalam Latar Belakang, kemudian:
1. Nasihatkan mereka bahwa untuk mendapat damai Allah dalam rumah tangga, mereka harus memiliki damai sejahtera Allah dalam hati mereka. Ini terjadi melalui hubungan pribadi dengan Yesus Kristus. Jelaskan "Damai dengan Allah", 17750.
2. Anjurkan orangtua untuk bersikap mantap mengikut Kristus, seperti contoh Yosua, "pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah ... tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan!" (Yosua 24:15). Mereka harus berketetapan hati memuliakan Kristus dalam rumah tangganya.
3. Nasihatkan dia untuk mengandalkan sumber-sumber bantuan dari Allah yang dapat diperolehnya melalui doa. Mintalah hikmat yang Allah janjikan (Yakobus 1:5) dan tuntut pertolongan-Nya bagi perkembangan rohani anak-anak mereka (Filipi 4:6). Mereka harus berdoa bukan saja untuk, tetapi juga bersama anak-anak mereka.
4. Anjurkan orangtua untuk membangun kehidupan keluarga mereka di sekitar Firman Allah, membantu setiap anggota keluarga untuk mengerti masalah-masalah kehidupan dari sudut pandangnya. Nasihatkan mereka untuk:
1. Mengusahakan pertobatan masing-masing kepada Kristus.
2. Pusatkan kegiatan-kegiatan keluarga, terutama di sekitar kehidupan gerejani yang mementingkan Firman Tuhan.
3. Hadapilah keragu-raguan anak-anak, secara sabar.
5. Orangtua harus membuat peraturan-peraturan rumah tangga yang wajar, beralasan dan dapat dilaksanakan. Sikap hormat dipelajari anak sementara dia memberi tanggapan positif terhadap wibawa. Berusahalah bersikap seluas mungkin, terutama terhadap hal-hal yang menyangkut identitas, kebebasan dan harga diri mereka. Para remaja membutuhkan banyak dukungan dan dorongan. Pertentangan tidak pernah dapat diselesaikan dengan argumen atau pertengkaran.
6. Teladan dan kemantapan orangtua sangat mempengaruhi anak-anak mereka. Pernikahan yang baik dan bahagia, jauh lebih membantu anak-anak muda untuk siap menghadapi kehidupan, daripada peraturan-peraturan dan pengawasan. Ciri-ciri Kristen seperti kasih, kesabaran, pengertian, dukungan dan kepercayaan, yang diungkapkan secara tetap, akan menjadi dasar kekuatan yang dibutuhkan para remaja dalam menghadapi tekanan dan masa-masa perubahan. Kepercayaan orangtua tidak boleh dipisahkan dari pengalaman dan tindakan nyata, terutama dalam keluarga.
7. Komunikasi yang erat dengan remaja, akan banyak membantu kita menghindarkan konflik. Itu berarti, bukan saja kita perlu bercakap secara bermakna, tetapi juga meluangkan waktu yang bermutu bersamanya. Perhatian pribadi ini akan menciptakan citra diri yang positif serta menggalang persaudaraan dalam keluarga. Jangan takut mengungkapkan kasih sayang secara fisik. Pelukan bapak dan ciuman ibu, sangat membantu pembentukan kesan bahwa anak diterima dan dikasihi.
Kutipan
Menurut Billy Graham:
Pemberontakan, ketidakpatuhan, kurang disiplin, kebingungan dan pertentangan, menghalangi hubungan-hubungan bahagia dalam rumah tangga. (Tetapi) Allah menaruh perhatian pada keluarga Anda, pernikahan dan anak-anak Anda. Dia menyatakan kepada kita, idaman dan sasaran bagi suatu keluarga. Dia bersedia membantu kita . . . Pernahkah Anda mencari kehendak Allah? Pernahkah Anda bertelut dan menyerahkan anak-anak Anda kepada Tuhan? Apakah Anda mengumpulkan mereka untuk beribadah bersama dalam keluarga? Jawabannya terletak pada penyerahanan hati dan hidup Anda kepada Yesus Kristus, sehingga setiap anggota rumah tangga Anda mengenal Yesus Kristus dan mengasihi Firman Allah."
Amsal 22:6
Ulangan 12:28
Kolose 3:21
Efesus 6:14
LATAR BELAKANG
Dalam zaman elektronik serba cepat ini, anak-anak tumbuh lebih cepat dan ingin bebas lebih awal dibandingkan yang dulu dialami oleh orang tua mereka. Banyak orangtua yang merasa sulit mengikuti perubahan- perubahan kilat yang dialami anak-anak mereka, dan sebagai akibatnya, terjadilah pertentangan.
Rasanya, tadinya si anak masih dalam pelukan orangtuanya, kemudian mulai sekolah, mengajak teman-temannya main di rumah, membantu urusan rumah tangga, masuk Pramuka -- pokoknya, anak yang manis! Kemudian, tiba-tiba, semuanya berubah! Dia mulai membantah, melawan dan melanggar peraturan, kadang-kadang merengut dan tidak komunikatif. Masa remaja sudah tiba, situasi tak lagi dapat dikendalikan oleh orangtua.
Ada banyak wilayah pertentangan; teman-teman mereka (banyak yang tak dapat kita setujui), cara berhias, kencan, tugas-tugas rumah, uang saku, penggunaan kendaraan, sekolah dan pekerjaan rumah, disiplin; adalah sebagian kecil saja dari tumpukan masalah yang timbul.
Muncullah rintangan komunikasi. Orangtua merasa sulit berbicara dengan anak-anak mereka. Mereka menunda penjelasan tentang perubahan- perubahan mental dan jasmani yang menentukan, terutama dalam wilayah seks dan reproduksi. Orangtua memperketat kontrol, remaja meningkatkan pula perlawanan mereka untuk mendapat kebebasan. Jurang melebar, mereka bersikap bermusuhan -- mulailah perang.
STRATEGI BIMBINGAN
Ketika membimbing orangtua yang mengalami konflik dengan anak-anak, anjurkan mereka untuk mengatur rumah tangga mereka secara rohani. Jelaskan uraian dalam Latar Belakang, kemudian:
1. Nasihatkan mereka bahwa untuk mendapat damai Allah dalam rumah tangga, mereka harus memiliki damai sejahtera Allah dalam hati mereka. Ini terjadi melalui hubungan pribadi dengan Yesus Kristus. Jelaskan "Damai dengan Allah", 17750.
2. Anjurkan orangtua untuk bersikap mantap mengikut Kristus, seperti contoh Yosua, "pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah ... tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan!" (Yosua 24:15). Mereka harus berketetapan hati memuliakan Kristus dalam rumah tangganya.
3. Nasihatkan dia untuk mengandalkan sumber-sumber bantuan dari Allah yang dapat diperolehnya melalui doa. Mintalah hikmat yang Allah janjikan (Yakobus 1:5) dan tuntut pertolongan-Nya bagi perkembangan rohani anak-anak mereka (Filipi 4:6). Mereka harus berdoa bukan saja untuk, tetapi juga bersama anak-anak mereka.
4. Anjurkan orangtua untuk membangun kehidupan keluarga mereka di sekitar Firman Allah, membantu setiap anggota keluarga untuk mengerti masalah-masalah kehidupan dari sudut pandangnya. Nasihatkan mereka untuk:
1. Mengusahakan pertobatan masing-masing kepada Kristus.
2. Pusatkan kegiatan-kegiatan keluarga, terutama di sekitar kehidupan gerejani yang mementingkan Firman Tuhan.
3. Hadapilah keragu-raguan anak-anak, secara sabar.
5. Orangtua harus membuat peraturan-peraturan rumah tangga yang wajar, beralasan dan dapat dilaksanakan. Sikap hormat dipelajari anak sementara dia memberi tanggapan positif terhadap wibawa. Berusahalah bersikap seluas mungkin, terutama terhadap hal-hal yang menyangkut identitas, kebebasan dan harga diri mereka. Para remaja membutuhkan banyak dukungan dan dorongan. Pertentangan tidak pernah dapat diselesaikan dengan argumen atau pertengkaran.
6. Teladan dan kemantapan orangtua sangat mempengaruhi anak-anak mereka. Pernikahan yang baik dan bahagia, jauh lebih membantu anak-anak muda untuk siap menghadapi kehidupan, daripada peraturan-peraturan dan pengawasan. Ciri-ciri Kristen seperti kasih, kesabaran, pengertian, dukungan dan kepercayaan, yang diungkapkan secara tetap, akan menjadi dasar kekuatan yang dibutuhkan para remaja dalam menghadapi tekanan dan masa-masa perubahan. Kepercayaan orangtua tidak boleh dipisahkan dari pengalaman dan tindakan nyata, terutama dalam keluarga.
7. Komunikasi yang erat dengan remaja, akan banyak membantu kita menghindarkan konflik. Itu berarti, bukan saja kita perlu bercakap secara bermakna, tetapi juga meluangkan waktu yang bermutu bersamanya. Perhatian pribadi ini akan menciptakan citra diri yang positif serta menggalang persaudaraan dalam keluarga. Jangan takut mengungkapkan kasih sayang secara fisik. Pelukan bapak dan ciuman ibu, sangat membantu pembentukan kesan bahwa anak diterima dan dikasihi.
Kutipan
Menurut Billy Graham:
Pemberontakan, ketidakpatuhan, kurang disiplin, kebingungan dan pertentangan, menghalangi hubungan-hubungan bahagia dalam rumah tangga. (Tetapi) Allah menaruh perhatian pada keluarga Anda, pernikahan dan anak-anak Anda. Dia menyatakan kepada kita, idaman dan sasaran bagi suatu keluarga. Dia bersedia membantu kita . . . Pernahkah Anda mencari kehendak Allah? Pernahkah Anda bertelut dan menyerahkan anak-anak Anda kepada Tuhan? Apakah Anda mengumpulkan mereka untuk beribadah bersama dalam keluarga? Jawabannya terletak pada penyerahanan hati dan hidup Anda kepada Yesus Kristus, sehingga setiap anggota rumah tangga Anda mengenal Yesus Kristus dan mengasihi Firman Allah."
Untuk Apakah Manusia Diciptakan ?
Pertanyaan ini adalah pertanyaan "klasik" yang selalu muncul dari abad ke abad, dari generasi ke generasi, baik miskin atau kaya. Manusia mencari jawaban atas pertanyaan ini karena dari lubuk hatinya yang paling dalam, manusia tahu bahwa tidak mungkin ia diciptakan oleh Penciptanya tanpa tujuan. Ada banyak orang masih percaya sampai sekarang bahwa Allah menciptakan manusia karena Ia kesepian dan Ia membutuhkan persekutuan dengan orang lain, maka diciptakanNyalah manusia. Hal ini sulit kita terima karena sebagai orang Kristen kita tahu bahwa di dalam ketiga oknum Allah Tritunggal ada persekutuan yang sempurna. Ada juga yang berkata bahwa Allah menciptakan manusia untuk membuat dunia lebih baik. Hal ini juga tidak menolong kita karena kita tahu bahwa dunia tidak bertambah baik dan "dunia akan lenyap dengan segala keinginannya".
Sumber utama bagi iman Kristen untuk mencari kebenaran adalah dari Alkitab, karena Alkitab adalah Penyataan Allah tentang Diri-Nya dan segala sesuatu yang dikehendaki-Nya dari manusia. Alkitab berkata bahwa Allah mempunyai tujuan yang jelas mengapa Ia menciptakan manusia:
1. Manusia diciptakan untuk memuliakan Tuhan
Yesaya 43:7
"Bawalah anak-anak-Ku laki-laki dari jauh, dan anak-anak-Ku perempuan dari ujung-ujung bumi, semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku, yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang Kujadikan!"
Efesus 1:11-12
"Aku katakan 'di dalam Kristus", karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan -- kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak- Nya -- supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya."
Wahyu 4:11
"Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendakMu semuanya itu ada dan diciptakan."
1 Korintus 10:31
"Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah."
2. Manusia diciptakan untuk menikmati persekutuan dengan Tuhan
Mazmur 27:4
"Satu hal yang kuminta kepada Tuhan, itulah yang kuingini; diam di rumah Tuhan seumur hidupku, menyaksikan kemurahan Tuhan dan menikmati Bait-Nya."
1 Korintus 1:9
"Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia."
2 Korintus 13:13
"Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kami sekalian."
3. Manusia diciptakan untuk melakukan kehendak-Nya Yohanes 14:21
"Barangsiapa memegang perintahKu dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh BapaKu dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diriKu kepadanya."
1 Tesalonika 2:12
"dan meminta dengan sangat, supaya kamu hidup sesuai dengan kehendak Allah, yang memanggil kamu ke dalam Kerajaan dan kemuliaan-Nya."
Wahyu 2:26
"Dan barangsiapa menang dan melakukan pekerjaanKu sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruniakan kuasa atas bangsa- bangsa."
Sumber utama bagi iman Kristen untuk mencari kebenaran adalah dari Alkitab, karena Alkitab adalah Penyataan Allah tentang Diri-Nya dan segala sesuatu yang dikehendaki-Nya dari manusia. Alkitab berkata bahwa Allah mempunyai tujuan yang jelas mengapa Ia menciptakan manusia:
1. Manusia diciptakan untuk memuliakan Tuhan
Yesaya 43:7
"Bawalah anak-anak-Ku laki-laki dari jauh, dan anak-anak-Ku perempuan dari ujung-ujung bumi, semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku, yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang Kujadikan!"
Efesus 1:11-12
"Aku katakan 'di dalam Kristus", karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan -- kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak- Nya -- supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya."
Wahyu 4:11
"Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendakMu semuanya itu ada dan diciptakan."
1 Korintus 10:31
"Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah."
2. Manusia diciptakan untuk menikmati persekutuan dengan Tuhan
Mazmur 27:4
"Satu hal yang kuminta kepada Tuhan, itulah yang kuingini; diam di rumah Tuhan seumur hidupku, menyaksikan kemurahan Tuhan dan menikmati Bait-Nya."
1 Korintus 1:9
"Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia."
2 Korintus 13:13
"Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kami sekalian."
3. Manusia diciptakan untuk melakukan kehendak-Nya Yohanes 14:21
"Barangsiapa memegang perintahKu dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh BapaKu dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diriKu kepadanya."
1 Tesalonika 2:12
"dan meminta dengan sangat, supaya kamu hidup sesuai dengan kehendak Allah, yang memanggil kamu ke dalam Kerajaan dan kemuliaan-Nya."
Wahyu 2:26
"Dan barangsiapa menang dan melakukan pekerjaanKu sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruniakan kuasa atas bangsa- bangsa."
Langganan:
Postingan (Atom)

